7 Hal yang Harus Kamu Perjuangkan, Meski Sudah Lelah Dan Rasanya Ingin Menyerah

0
60

MahdaenNews – Seperti ada bongkahan batu besar yang membebani dirimu. Membuatmu harus menghela napas berat dan panjang berkali-kali. Sementara isi pikiranmu sudah seperti benang kusut. Rasa-rasanya ingin sekali mengguntingnya supaya lekas terburai, tapi ada kalanya juga kamu ingin menyerah begitu saja.

Tapi, apa betul kamu ingin menyerah sementara di depan masih ada banyak kemungkinan atau jalan? Karena nyatanya semua hal yang rasanya berat untuk dijalani, penyelesaiannya adalah berjuang dengan sebaik-baiknya. Urusan hasilnya bagaimana tak perlu dipikirkan dengan berlebihan terlebih dulu. Contohnya seperti beberapa hal yang Hipwee Motivasi uraikan di bawah ini. Beberapa hal yang menginginkanmu tak menyerah begitu saja, karena kalau kamu mau berjuang lagi dan lagi, percaya saja hasilnya pasti melegakan.

1. Deadline yang semakin hari terasa semakin berat, tapi tanggung jawab dan kebutuhan hidup rasanya tak bisa diganggu gugat

Ilustrasi yang kemarin belum selesai, tiba-tiba bosmu datang lagi membawa beberapa tugas baru yang bisa nggak bisa harus selesai sore ini. Tak ada deadline yang menyenangkan memang, apalagi kalau semuanya selalu datang bersamaan. Membuatmu sering lembur karena kalau tak selesai yang ada urusannya bisa panjang. Tapi ada kalanya juga kamu ingin menyerah, seperti resign tiba-tiba. Karena kalau dipikir-pikir deadline yang kamu dapat semakin hari semakin berat.

Padahal di satu sisi, kamu sendiri harusnya ingat, kalau kamu menyerah dengan pekerjaanmu yang sekarang bagaimana dengan kebutuhan hidup yang harus kamu cukupi? Bagaimana juga dengan tanggung jawabmu dalam keprofesional karirmu sendiri? Karena nyatanya deadline ini yang menempa kemampuan dan keahlianmu untuk lebih baik lagi.

2. Kerjaan yang menjemukan, tapi nyari yang baru susah juga. Akhirnya mau nggak mau harus terima saja

Bosan memang manusiawi, dan salah satunya ya urusan pekerjaan. Parahnya lagi kalau pekerjaan ini bukan yang benar-benar kamu minati. Rasa-rasa ingin segera keluar sudah tak perlu ditanya lagi. Bahkan kamu sendiri diam-diam sudah mulai mencari pengganti. Tapi sayangnya kenyataan lebih keras menampar kebosanmu untuk bersabar sedikit lagi di pekerjaan ini. Mengingat mencari pekerjaan sekarang ini cukup sulit, sekalipun kamu sarjana dan punya pengalaman.

3. Putus cinta atau patah hati rasanya memang merana sekali, tapi nyatanya jodohmu seperti bunga yang mati satu pasti akan tumbuh lagi

Dunia belum berakhir jika kau putuskan aku….

Sekalipun rasanya tak menyenangkan, putus cinta atau patah hati tetap saja proses yang kalau berhasil kamu lewati membuatmu paham bagaimana orang yang tepat kelak. Kamu jadi lebih berhati-hati dalam urusan jatuh cinta. Sekalipun jatuh cinta seringnya terjadi di luar kendali. Tapi setidaknya patah hati dan putus cinta buat tahu kalau jodoh itu ibaratkan bunga yang mati satu tumbuh yang lainnya lagi. Sementara yang tepat sudah pasti seperti bunga edelweis.

4. Hidup sendiri tanpa orangtua ataupun saudara, sementara aslinya masih selalu ada Tuhan yang menjaga

Sebagai makhluk sosial, kamu memang membutuhkan kehadiran orang lain. Tapi bagaimana kalau kamu seorang perantau yang jauh dari keluarga, teman ada tapi mereka jelas punya kesibukan masing-masing. Atau bagaimana kalau kamu sebatang kara? Orangtuamu sudah lama tak ada, sementara kakak atau adik tak punya. Hadirnya rasa kesepian sepertinya sulit untuk ditepis. Tapi apa benar kamu di semesta yang tak terhingga ini hanya sendiri?

Toh kalaupun teman-temanmu seringnya sibuk sendiri. Kamu masih tetap ditemani Tuhan sampai akhir hayatmu nanti.

5. Menabung meskipun harus hidup serba hemat termasuk mengurangi jatah nongkrong, tapi ingat rencana masa depan yang harus dipersiapkan dengan matang

Pengen makan bareng temen tapi bulan ini sudah cukup banyak. Lalu ajakan teman-temanmu untuk nongkrong bareng pun harus kamu tolak, mengingat untuk urusan itu uang yang dikeluakan bisa untuk dua bahkan tiga kali makan. Bukan pelit atau benar-benar tak punya duit. Tapi keharusan untuk menabung lah yang membuatmu ikat pinggang.

Wajar sebenarnya kalau kamu sering kesulitan menghadapi kenyataan untuk menabung. Sampai kadang berpikir, buat apa sih nabung, toh nanti uangnya juga dipakai lagi? Rasanya ingin berhenti saja. Tapi yakin kamu siap dengan segala kebutuhan di masa depan yang nominalnya bisa tiba-tiba meningkat? Kamu tetap harus ingat dengan pengeluaraan tambahan.

6. Selepas satu tahun, ternyata nikah tak seperti dibayangan, ingin pisah tapi ingat janji suci kalian

Karena perpisahan bukan jawaban untuk menenangkan hati kalian. Mau sesulit apapun kehidupan rumah tangga yang kalian hadapi, kamu dan dia tetap harus berusaha mempertahankannya. Toh pada dasarnya semua masalah itu ada jalan keluarnya tanpa harus berpisah, dan masalah itu yang buat kalian serta hubungan semakin dewasa. Coba kalian ingat-ingat lagi impian kalian sebelum menikah? Punya keluarga bahagia sampai menua bersama.

7. Persoalan keluarga yang sering buatmu iri dengan yang harmononis selalu, padahal mereka hal terpenting dihidupmu

Melihat dan mendengar orangtua yang bertengkar saja sukanya, kamu sendiri lama-lama tertekan. Kadang kamu iri melihat keluarga orang lain atau temanmu yang harmonis. Kadang juga merasa ingin menyerah, seperti kabur dari rumah . Tapi nyatanya kamu harus berusaha menghadapi segala persoalan yang ada di dalam keluargamu. Paling tidak kamu tak membuat ulah yang justru semakin merepotkan atau meruncingkan suasana.

Karena pada dasarnya semua kesulitan itu ada untuk membentukmu jadi manusia yang sebenarnya, yang berakal dan berbudi.